Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang menyelenggarakan Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka Sinkronisasi Program Kerja Tahun 2026 di MG Setos Semarang (18/11). Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan rencana program Dispora dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya organisasi penerima hibah yang memiliki peran penting dalam pengembangan kepemudaan dan keolahragaan di Kota Semarang.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang, Drs. Fravarta Sadman, yang dalam pemaparannya menegaskan bahwa sinkronisasi program merupakan fondasi utama agar pelaksanaan kegiatan di tahun 2026 dapat berjalan optimal. Beliau menekankan bahwa perencanaan yang baik membutuhkan komunikasi aktif antara pemerintah dan organisasi penerima hibah, yakni KONI, KORMI, NPCI, dan Pramuka sehingga program dapat dirumuskan secara komprehensif dan tetap selaras dengan kebijakan pembangunan daerah.
Sesi materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga sendiri, Drs. Fravarta Sadman, yang memaparkan arah kebijakan Dispora Tahun 2026. Dalam paparannya, ia menjelaskan prioritas program yang meliputi pengembangan generasi muda, peningkatan prestasi olahraga, pemberdayaan organisasi olahraga, serta penguatan sarana dan prasarana olahraga. Dispora menekankan pentingnya sinergi indikator kinerja, transparansi penggunaan anggaran, serta perlunya kolaborasi yang lebih erat antara OPD dan organisasi penerima hibah agar setiap program mampu memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
Selanjutnya, materi dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Semarang dibawakan oleh Nur Sholikin, S.Pd.I., S.H., M.H. NPCI menyoroti strategi pembinaan atlet disabilitas yang berfokus pada peningkatan akses fasilitas latihan, penyediaan peralatan penunjang, serta penyediaan pelatih khusus yang kompeten. NPCI juga menjelaskan program persiapan atlet untuk mengikuti Peparprov dan event paralimpik lainnya, dengan menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi atlet penyandang disabilitas. Dalam paparannya, NPCI berharap kolaborasi dengan Dispora dapat semakin memperkuat ekosistem olahraga inklusif di Kota Semarang.
Materi kedua dibawakan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Semarang, yang disampaikan oleh Kak Ponco Wijayanto, S.Pd., M.Pd. Pramuka memaparkan berbagai program kepemudaan dan pembinaan karakter yang akan dijalankan pada tahun 2026, termasuk penguatan kurikulum kepramukaan, pelatihan keterampilan, perkemahan besar, pelatihan selam, dan kegiatan bakti masyarakat. Pramuka juga menekankan pentingnya penguatan mental, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda melalui kegiatan yang terstruktur dan berkelanjutan. Dalam paparannya, Kwarcab menyampaikan komitmen untuk terus berkolaborasi dengan Dispora dalam mencetak generasi muda yang berdaya, beretika, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Paparan selanjutnya dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang disampaikan oleh pemateri sementara Nara Perdana Latief, S.T. Dalam sesi ini, KONI menguraikan rencana pembinaan prestasi olahraga tahun 2026, termasuk strategi peningkatan kualitas pelatih, penguatan sport science, serta program pemusatan latihan untuk cabang olahraga unggulan. KONI juga memaparkan rencana menghadapi berbagai kejuaraan tingkat regional dan nasional, dengan fokus pada peningkatan performa atlet muda. Selain itu, KONI menekankan kebutuhan optimalisasi sarana latihan dan peningkatan kolaborasi dengan sekolah, klub, dan komunitas olahraga guna memperluas basis pembinaan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Semarang, yakni Sigid Widianto, S.Pd.,M.M. KORMI menjelaskan program prioritas 2026 yang berfokus pada perluasan partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi, peningkatan kegiatan festival olahraga masyarakat, serta penguatan komunitas olahraga tradisional maupun olahraga modern berbasis hobi. Dalam kesempatan tersebut, KORMI menegaskan perlunya dukungan Dispora untuk memperluas ruang aktivitas olahraga rekreasi di ruang publik Kota Semarang.
Diskusi forum berlangsung aktif dan produktif, mencakup penyelarasan jadwal kegiatan, indikator kinerja, kebutuhan anggaran, hingga potensi kolaborasi lintas organisasi. Seluruh peserta menyampaikan masukan konstruktif demi penyempurnaan rencana kerja masing-masing. Dispora berharap bahwa melalui forum ini, perencanaan program tahun 2026 dapat tersusun lebih matang dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan tindak lanjut dan komitmen bersama dalam penyelarasan program kerja 2026. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh penerima hibah, Dispora optimis bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum penguatan pembinaan kepemudaan dan keolahragaan di Kota Semarang.
